![]() |
| Khofifah: Kampung Tangguh di Kota Probolinggo Terbaik Se-JATIM |
Kampung Tangguh Semeru? hah apa itu? sebuah kampung, desa, ataukah sejenis tempat? BUKAN! Bukan satupun diantara itu.
Mungkin masih banyak dari kalangan masyarakat yang masih belum mengerti istilah Kampung Tangguh Semeru, seperti saya sendiri. Pertama kali saya dengar kalimat tersebut, saya langsung berpikir bahwa itu adalah sebuah kampung atau desa yang berada dekat di wilayah Semeru. Untuk mengatasi rasa penasaran saya, akhirnya pun saya berselancar daring di google dan menemukan suatu pengetahuan bahwa Kampung Tangguh Semeru bukanlah sebuah KAMPUNG! Tetapi merupakan suatu program yang dilaksanakan Polda Jawa Timur untuk menangani kasus covid-19 yang telah menyebar di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Tetapi, program ini ternyata sudah berjalan secara nasional yang mana disebut dengan Kampung Tangguh Nusantara.
Sebenarnya program ini sederhana untuk dilakukan, Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil mengatakan bahwa hal ini dilakukan berbasis lingkungan RT/RW dan masyarakat secara langsung dilibatkan untuk menjaga kampungnya dari penularan corona. Maka, masyarakat hanya bermodal patuh dengan peraturanlah program ini bisa lancar dilakukan.
Ada beberapa upaya/peraturan yang dibuat oleh program ini dan masyarakat wajib untuk mentaatinya, yaitu; saat memasuki kampung/komplek masyarakat wajib mencuci tangan dengan sabun, wajib menggunakan masker, jaga jarak 1 meter dengan orang lain, membawa handsanitaizer kemanapun pergi, dan pemberlakuan jam malam serta tersedianya rumah karantina.
Sayangnya, masyarakat tidak semuanya sadar akan hal itu. Baru saja tadi sore (23/6/20,16:35 PM) saya melihat tetangga desa saya yang masih bandel akan peraturan, mereka terlihat sedang melaksanakan sebuah acara yang dihadiri oleh orang banyak yang mana diantara mereka tidak satupun ada yang pakai masker maupun jaga jarak 1 meter. Batin ini, rasanya menyuruh saya untuk menegur, tetapi langkah saya terhenti akan adanya adat jawa yang menilai tidak sopan jika seorang anak menegur orang tua dan memang hal itu tidak pantas dilihat. Akhirnya, saya memilih untuk meneruskan jalan saya :(
Nah, inilah tugas bagi kita anak millenial yang harus mempertegas atau menyebarluaskan beberapa protokol tentang covid-19 yang harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Tidak harus pergi ke TKP. Apa gunanya teknologi jika kita tidak memanfaatkannya. Mari, kita tingkatkan lagi program Kampung Tangguh Semeru ini agar tidak ada lagi kabar virus yang menyerang kita. KAMPUNG TANGGUH SEMERU AYO JUANG!
#KampungTangguhSemeru
#KampungTangguhSemeru

0 Komentar